Kamis, 13 November 2014

Pendidikan Politik Indonesia Saat Ini : Semakin Cerdas atau Justru BODOH ? ! [BACA TONG]

Demam politik? Semua orang terkena dampaknya. Mulai dari bocah ingusan yang doyan memakai kaos partai hingga bapak-bapak beruban dengan dasi dan jas mahal. Lalu Bagaimana dengan yang muda?yang katanya memiliki intelektual dengan latar belakang pendidikan yang baik? Pasti, kita semua juga terkena dampaknya.
Banyak pemuda atau pemudi yang ikut berpartisipasi dalam pesta rakyat yang diselenggarakan 5 tahun sekali ini. Lihat saja contohnya seperti yang ada di sosial media. Semua orang berpendapat mengenai jagoannya masing-masing. walau tidak jarang ada yang saling menjatuhkan pasangan lainnya. Lantas, yang menjadi pertanyaan saya selama ini, apakah pantas berpolitik dengan cara menjatuhkan pasangan lain yang benar atau tidaknya yang terkadang hanya menjadi opini semata?




Inilah beberapa fakta pendidikan politik Indonesia saat ini yang saya lihat


1. Lebih Tertarik Dengan Kelemahan Lawan, Dibanding Telusuri Lebih Dalam Jagoannya

BODOH Jika Kamu suka Teh hanya dengan mencari keburukan kopi


Lihat saja di media apapun, trik ini seolah menjadi gaya dalam pendidikan politik kita di Indonesia. Tanpa dibayar atau bukan tim sukses pasangan calon presiden, kita berlomba-lomba mencari kelemahan lawan calon yang kita unggulkan. Demi apa? mungkin agar masyarakat atau teman kita bakal berpindah ke calon pemimpin yang kita pilih. Namun yang ada hanya saling menghina satu dengan yang lain, tanpa ada penyelesaiannya.


2. Uang Adalah Segalanya

Kasih saja mereka uang, mereka pasti diam kok


Saya akui saya bukanlah orang pintar, tapi saya tidak cukup bodoh melihat televisi yang terlihat menjatuhkan pasangan lawan. Lihat saja, stasiun TV satu menjelekkan si A dan membanggakan si B, begitupun stasiun TV lainnya yang berkebalikannya. Apakah ini adalah satu pendidikan politik yang harus kita dapatkan? Bahwa media adalah satu alat yang bisa mempengaruhi masyarakat dalam beropini dan memberi pendapat?Dapat dibayangkan berapa uang yang mereka habiskan hanya untuk beriklan, apakah ini salah satu kampanye politik yang ada di negara maju dunia yang kita tiru?Saya rasa banyak sekali negara maju yang berpolitik dengan dana minimalis, contohnya saja Jepang. Apakah pendidikan politik seperti di Jepang ini memang tidak layak untuk masyarakat Indonesia?

3. 
Politic is a joke?

Sedikit benar jika politik kita saat ini adalah sebuah lawakan. Semua mencoba melawak hanya untuk mendapatkan simpati sebanyak-banyaknya. tapi hal ini bukan berarti bahwa pemimpin kita berhak dijadikan bahan sebuah lelucon yang tidak ada dasarnya bukan?Lihat saja banyak sekali satu dua orang yang membuat pemimpin kita tampak menjadi sebuah lelucon yang layak ditertawakan. Apakah dengan menertawakan orang seperti ini kita akan menjadi pintar?saya rasa tidak. Mungkin bisa disamakan dengan menonton televisi swasta yang mengandalkan tepung dan gabus, kamu bisa memukul dan memberikan tepung ke orang-orang, tapi apakah dengan begitu kamu lebih baik dari mereka?

4. Peduli Politik Tapi Golput

Pergi ke toilet tapi bingung mau kencing dimana


Pernahkah kalian mengalami yang namanya pilihan?ketika kita mendapat pilihan, kita harus menentukan yang mana kita pilih diantara 2 atau lebih pilihan tersebut. Namun yang kita lakukan dengan tidak memilih apa-apa. Lalu apa yang kita harapkan dengan itu?
Banyak orang yang lebih suka dengan golput karena mereka melihat calon pemimpin yang ada tidak ada benarnya. Mungkin mereka berharap bahwa jika suatu saat si presiden melakukan tindakan yang dianggap salah, itu berarti bukan karenanya. Mereka tidak mau ambil resiko dengan memilih yang suatu saat nanti akan berakhir mengecewakan. Inikah pendidikan politik di Indonesia?
Lalu siapa yang akan mereka pilih?seorang nabi yang tiba-tiba muncul? ataukah keluarganya atau rekan terdekatnya?atau justru dirinya sendiri? Sangat tidak adil jika kita menyalahkan orang yang dipilih dan juga orang yang memilih atas kebobrokan bangsa ini. Cobalah untuk dewasa, mereka mungkin bukan orang yang sempurna. tetapi pasti ada yang lebih baik, dengan menggunakan sedikit hati nurani kita masing-masing.


Apakah ini realita ataukah hanya pendapat ane aja gan?

Jika benar, mungkin sudah waktunya kita bukan hanya pintar, tetapi juga lebih Bijak

tidak ada kata terlambat untuk belajar.


Source : http://www.kaskus.co.id/thread/539ec9949e7404722a8b4702/?ref=forumlanding&med=hot_thread

7 WANITA YANG NGGAK LAYAK JADI CALON ISTRI

1. Wanita yang membuat syahwatmu bergejolak dengan pakaian seksinya. (Emang mau dapet istri yang diniikmatin semua lelaki?)

2. Wanita yang gonta-ganti pacar (Emangnya mau dapet istri bekas dinikmatin? hihi..Setia dengan satu pacar udah dosa. apalagi ini!)

3. Wanita pencuri. Yang bukan hanya mencuri perhatianmu tapi juga mencuri waktu produktif, energi, bahkan menguras habis dompetmu.

4. Wanita matre. Yang menikahimu hanya karena kekayaanmu bukan karena landasan ibadah.

5. Wanita diktator, yang memaksamu mewujudkan semua keinginannya. (Emang mau bertahun-tahun hidup tertindas? Lelaki itu imam, mesti bisa mengarahkan dan membimbing.)

6. Wanita yang sibuk telepon dan sms mesra denganmu, tapi jarang berkomunkasi mesra dengan Rabbnya. Wanita yang ingin selalu terlihat cantik di hadapanmu, namun tak memperindah pribadinya di hadapan Tuhannya.

7. 
wanita males, jgn sampe jaga anak sama jaga suami ntar kaga becus

Zona-Zona dalam PDKT

Friendzone


Friendzone adalah zona terlarang bagi para jombloers yang ingin mendekati pasangannya , kenapa? karena ada pepatah berbicara "“once you stuck in friend zone, you’ll be just friend forever". Mungkin banyak dari agan-agan disini gak sadar bahwa agan udah masuk friendzone dia karena awalnya PDKT terjadi seperti biasanya . Tetapi semua berubah saat agan nembak dia, pasti jawaban dia “kita lebih nyaman temenan aja deh” atau yang lebih parah “kalo nanti pacaran dan kita putus, aku takut kamu ngejauh dari aku, aku ga mau kehilangan temen” . Kalo dia jawab gitu, selamat deh gan, agan dari awal emang udah dianggap CUMA TEMAN sama dia .


Galauzone


Galauzone adalah saat dimana para jombloers terkena perasaan penasaran atau bahasa sekarangnya GALAU . biasa Tanda-tanda orang terkena galauzone yaitu suka terngiang-ngiang kata-kata yang selalu sama "Dia suka gw gak ya? " sampe akhirnya para korban galauzone ini akan mulai stalking gebetannya sampe-sampe tingkat ke GE'ER annya melebihi langit tingkat ke 7 . Semua hal yang di post sang gebetan baik status maupun gambar pasti dianggap itu buat untuk dia. Biasanya para korban Galauzone berakhir dengan kenyataan yang TRAGIS .


Ojegzone

Hampir setiap orang zaman sekarang pasti mempunyai kendaraan pribadi baik itu motor,mobil, onthel, bajaj atau getek . Bagi banyak orang, mengantar jemput gebetan sudah menjadi tradisi sendiri sebagai sarana PDKT  banyak yang berakhir dengan indah tetapi lebih banyak lagi yang berakhir TRAGIS yaitu hanya sebatas Ojegzone . Menurut pengalaman saya sendiri yang pernah terkena ojegzone , sang gebetan cuma mencari kita pas lagi ada perlunya lebih tepatnya saat mau pergi ntah itu ke sekolah,kampus, sampe jamban .

Brotherzone

Biasanya dalam dunia per SMA-an , pasti selalu ada yang namanya KAKAK KELAS naksir ADEK KELAS. Karena gebetan kita lebih muda dari kita maka kita manggil dia "ADEK" dan dia manggil kita "KAKAK" dan lambat laun hubungan kalian semakin deket :. Kalin sering saling curhat, kemana-mana bareng, sampe gak pernah absen chat sama dia setiap hari. Tetapi setelah sekian lama ber-PDKT akhirnya agan nembak "Dek, kamu mau gak jadi pacar kakak? " dan dia jawab "Mau kok kak, aku udah dari lama suka sama kakak" dan akhirnya mereka bahagia selamanya  tapi, tunggu dulu gan itu kemungkinannya hanya 1% karena 99% dia akan jawab "Maaf kak, aku selama ini udah nganggep kakak kayak kakak kandungku sendiri." Dan selamat lagi gan, dari awal agan emang udah dianggep kakak-kakak an ma gebetan ente.

The Ex-Zone

MANTAN , mungkin dia adalah seseorang yang sempat mengisi hati kita  Kalau agan putus baek-baek sama dia mungkin kalian kalo ketemu masih saling sapa  tetapi kalo putusnya nggak baek-baek jangan harap dia mau nyapa kita, ketemu aja mungkin buang muka  Tetapi dari hal-hal diatas pasti ada beberapa diantara kita yang setelah putus dengan mantan masih mengharapkannya, entah itu kitanya belum bisa MOVE-ON atau emang nggak laku-laku .

SuccesZone


SuccesZone itu adalah saat dimana lu udah berusaha setengah hidup buat deketin gebetin lu, mungkin untuk sampe ketahap ini lu akan melewati tahap Galauzone, Ojegzone dan zone-zone lainnya  dan setelah perjuangan panjang itu akhirnya lu diterima juga  Tetapi bagi orang-orang ganteng kek foto di atas  mungkin gak perlu capek-capek ngelakuin hal-hal tadi, tinggal senyum dikit gebetannya udah meleleh jadi uap  atau bagi mereka yang naik ferrari ato lamborghini, tinggal klakson mungkin gebetan udah duduk di sebelah dia tiba-tiba  IYA BRO IYA GW TAU! KENYATAAN EMANG KEJAM


AlertZone

Biasanya saat-saat kita PDKT sama sang gebetan, pasti kita chat sama dia setiap hari  nah di chat itu, kadang-kadang ada tipe gebetan yang udah kayak alarm, dia akan menyapa kita dengan "selamat pagi, selamat siang, selamat malam" dan biasanya kita akan balas-membalas sapaan trsebut setiap hari tanpa henti. Kita pasti awalnya merasa seneng gan karena merasa ada yang merhatiin kita  tetapi saat sapaan itu berubah menjadi basi, mungkin lama-kelamaan intensitas dia menyapa kita akan berkurang hari demi hari dan akhirnya *HILANG*

Kunci-kunci sukses untuk sista-sista sekalian dalam menarik perhatian cowok-cowok sedunia

Ngerti Obrolan Cowok

Nah, ini penting banget, sis! Biasanya, cowok itu kalau ngumpul pasti ngobrolinnya tentang bola, game, musik, atau film. Lebih bagus lagi kalo kalian jago main FIFA14, PES14 atau jadi kiper futsal.  Niscaya cowok-cowok bakalan terkesima. Mungkin nongkrongin rental PS3 atau ikut les sekolah sepakbola deket rumah bisa jadi pembelajaran kalian di sana. Kalo belom sayang, ya sabar aja. Waktu bakal ngejawab kok.


Bisa Nyetir

Jadi cewek yang manja itu basi. Sedikit-sedikit minta dianterin ke mana-mana (walaupun aslinya jaraknya deket banget). Nah, kalian harus bisa plus di sisi ini. Selain kelihatan lebih mandiri, kalian juga bisa gantian jemput dan nganterin pacar/gebetan. Ya seenggaknya bisa gantian nyetir buat ladies parking di mall.


Bisa Main Alat Musik
Cowok ngeband atau bisa main alat musik pasti sukses bikin cewek-cewek klepek-klepek. Nah, kalau kebalikannya gimana? Sama kok! Semua cowok-cowok setuju, kalau cewek bisa main alat musik itu keren nan seksi lho! Mau contoh? Kalian bisa lihat band Warpaint atau Haim yang lagi naik daun! Ih, ulet keket kali ah naik daun.

Mau Diajak Susah / Gak Banyak Nuntut


Ada pepatah mengatakan, hidup tanpa pernah ngerasain susah itu kayak kopi nggak pakai gula atau ayam goreng plus sayur tapi nggak ditemenin nasi. Kurang lengkap! Ada waktunya, para pacar atau gebetan kalian kondisi keuangannya sedang memprihatinkan nan menyedihkan. Nah, itu saatnya kalian harus menjadi cewek plus-plus! Kalau biasanya kalian diajak makan steak, di kondisi keuangan gebetan/pacar memprihatinkan, boleh dan rela dong diajak makan di warteg. Selain pilihan sayur dan lauknya lebih banyak daripada di steak house, cuma makan di warteg kalian bisa makan portugal (Porsi Tukang Gali). Iya, porsinya cukuplah buat sekeluarga cemara.

Ganti Galon Dispenser


Percaya atau nggak, cewek bisa ngangkat galon buat ngisi dispenser itu salah satu indikator yang ngebuat cowok-cowok takjub! Karena biasanya, kalau galon di dispenser itu habis, cewek-cewek selalu manggil cowok buat ngisi kan? Tapi jaman sekarang, yang konon katanya menjunjung tinggi emansipasi wanita, cewek bisa ngangkat galon sendiri itu penting! Coba bayangin Raisa atau Pevita Pearce ngangkat galon. Pasti Agan Bilang : Sialan, menang banyak tuh galon.

Bedanya Cowok Yang Sekedar Pacar Dan Pria Yang Siap Menikahimu ! [BACA]

Cinta itu katanya buta. Ketika jatuh cinta mungkin kamu melihat pacarmu sebagai sosok yang paling sempurna. Tapi, apa kamu yakin dia bisa jadi calon suamimu nanti?Pasalnya, memilih pasangan yang akan dibawa ke jenjang pernikahan bukanlah hal mudah. Menikah berarti kamu nggak bisa lagi impulsif minta putus ketika merasa ada yang nggak cocok. Menikah itu komitmen serius yang diyakini seumur hidup. Jadi, kamu tentu butuh seorang pria dewasa dan bukan sekedar cowok yang masih sering labil ‘kan…

1. Nge-Date Adalah…


Pacarmu bisa jadi memaknai momen nge-date itu nggak lebih dari main bareng, nongkrong, atau sekedar jalan-jalan. Intinya, dia cuma pengen bersenang-senang sama kamu. Dia nggak mau ambil pusing mikirin soal komitmen yang menurutnya terdengar begitu rumit.
Padahal, seorang pria yang siap menikahimu justru berpikir bahwa kencan itu harus jelas tujuannya. Dia tau bahwa dirinya memang ingin menghabiskan waktu bersamamu. Dari proses nge-date itu, dia ingin menegaskan perihal hubungan kalian. Bahwa kalian memang sedang menjalani satu ikatan serius yang mengarah ke masa depan.

2. Ngobrol Itu…


Teman-teman seangkatan, cerita tentang masa lalu, atau orang yang nggak sengaja kamu temui di jalan mungkin jadi topik obrolanmu sama pacar. Tapi, ketika ngobrol pria yang siap jadi calon suamimu, kalian punya lebih banyak topik menarik.
Dia cenderung suka menceritakan tentang buku, film, atau musik favoritnya. Dia pun nggak sungkan buat cerita tentang hobinya yang mungkin unik atau aneh. Ketika itu, berarti dia sudah merasa nyaman sama kamu. Yang paling penting, dia akan mendiskusikan nilai-nilai hidup yang dia percaya dan tertarik mencari tahu apa kamu sepakat dengannya. Topik-topik obrolan semacam ini akan membuat hubungan kalian semakin intim dan berkualitas.

3. Jadi Pendengar Yang Baik


seorang pacar akan lebih suka membicarakan hal-hal yang membuatmu senang. Tapi, dia mungkin nggak pernah benar-benar memperhatikan ketika kamu bicara. Bahkan, dia dengan santai dan tanpa berdosa mengganti topik pembicaraan ketika kamu lagi serius-seriusnya.
Sementara, seorang pria yang siap kamu nikahi akan bersikap layaknya pendengar yang baik. Dia selalu tertarik mendengar pendapatmu dan pemikiran-pemikiranmu yang menurutnya unik. Bahkan, dia akan tetap mendengarkanmu bicara tentang hal-hal kecil yang sifatnya sepele sekalipun.

4. Menanggapi Kebiasaan Burukmu


Seorang pacar mungkin akan membiarkanmu melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk. Tapi, diam-diam dia mengingatnya dan menjadikan hal itu sebagai senjata untuk memojokkanmu jika suatu hari nanti kalian bertengkar. Namun, seorang pria yang siap menikahimu akan berusaha menasihatimu dengan sabar. Dia pun akan tetap menjaga tutur katanya supaya nggak menyakiti hatimu.

5. Kalau Lagi Berantem


Cowok yang belum dewasa bisa kalap pas lagi berantem. Dia bisa pakai kata-kata kasar atau bahkan kekerasan fisik. Tapi, seorang pria sejati mampu mengendalikan emosinya sendiri. Semarah apapun dia, sekuat tenaga dia akan berusaha tenang dan menjaga wibawanya sendiri. Dia nggak akan bersikap kasar atau memanggilmu dengan sebutan yang sembarangan, seperti ‘perempuan nggak tau diri’ atau ‘perempuan gila’.

6. Soal Penampilan


Peduli banget sama baju dan potongan rambutnya, cowok akan terus-terusan memperhatikan penampilannya sendiri. Dengan sengaja, dia membuatmu risih dan akhirnya kamu pun memperhatikan penampilanmu. Sadar atau nggak, kamu pun terus memperbaiki diri mengikuti standar pacarmu.
Padahal, pria bisa percaya setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi mereka, tampilan fisik bukan lagi alasan utama untuk mencintai seseorang. Rasa nyaman dan saling cocok jauh lebih penting daripada sekedar cantik, modis, atau seksi. Dia pun nggak mau menyakiti perasaanmu sebagai orang yang dicintainya dengan mengatakan kekurangan-kekurangan yang kamu miliki.

7. Ketika Melakukan Kesalahan


Sekedar pacar mungkin bisa dengan mudah bilang ‘maaf’. Tapi, bisa jadi itu cuma supaya kamu nggak marah atau nggak ngambek ke dia lagi. Bahkan, kalimat “aku cinta kamu” juga bisa dia ucapkan setiap hari demi membuatmu tetap bersamanya. Padahal, entah dia beneran paham makna dari kalimat itu atau nggak.
Nah, kalau pria yang bakal menikahimu juga bilang ‘maaf; ketika dia bikin salah. Tapi, hal itu dia lakukan karena dia sadar bahwa kesalahannya udah menyakitimu. Dia juga bisa bilang “aku cinta kamu” setiap hari. Dia pengen kamu bisa merasakan cintanya buat kamu setiap hari.

8. Manja Atau Mandiri?


Kebanyakan cowok itu manja. Bener nggak sih? Dia pengen punya pacar yang bisa berperan seperti ibunya sehinga dia merasa nggak perlu mengerjakan keperluan pribadinya sendiri. Sementara, pria tau gimana harus bersikap dan mengurus diri. Dia bisa masak, cuci baju, membersihkan kamar, dan lain-lain. Dia melakukan semuanya atas dasar rasa tangung jawab pada dirinya sendiri. Dia berusaha mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan seorang pria dewasa.

9. Pas Lagi Sama Temen-Temen


Yang cuma sekedar pacar seringkali males kalau diajak ketemu teman-temanmu. Sebaliknya, dia juga males kalau kamu maksa buat ikutan acaranya dia atau ketemu teman-temannya. Bagi dia, nggak perlu ada orang lain ketika kalian lagi sama-sama. Ketika itu, dia cuma butuh kamu untuk menemaninya.
Beda banget! pria yang siap menikahimu justru merasa perlu mengenal teman-temanmu. Mendengar cerita tentang mereka membuatnya berniat bertemu secara langsung dan memperkenalkan dirinya sebagai pacar sekaligus calon suamimu. Dia pun akan dengan senang hati mengajakmu bertemu teman-temannya, bahkan tanpa perlu kamu minta.

10. Ketika Waktunya Ketemu Orang Tua


Kamu dan pacarmu mungkin sama-sama selalu merasa nggak siap buat ketemu orang tua. Bukan cuma dia yang nggak siap. Kamu pun sadar bahwa pacarmu sepertinya belum pantas untuk dibawa ke rumah yang sering kali momen ini identik dengan hubungan yang lebih serius.
Padahal, seorang pria yang emang niat menikahimu justru akan menawarkan diri buat bertemu orang tuamu. Sekalipun kamu ragu, dia akan berusaha meyakinkanmu bahwa dirinya sudah pantas dan siap membuat orang tuamu terkesan.

11. Apa Yang Terjadi Saat Masalah Datang?


Jangan heran kalau pacarmu memilih pergi ketika hubungan kalian menemui masalah. Dia mungkin cuma nggak mau ribet dan terlibat makin jauh dalam masalah itu. Ingat, tujuan awalnya adalah untuk bersenang-senang. Jadi, nggak heran kalau dia dengan mudahnya angkat tangan dan pergi.
Lain halnya dengan seorang pria dewasa. Dia bisa bertahan karena sebuah komitmen. Baginya, menyelesaikan masalah berarti berjuang demi hubungan kalian dan itu suatu keharusan. Dia ingin bisa bersamamu sampai akhirnya kalian menikah.

12. Jadi, Siapa Yang Bayar Bill-Nya?


Cowok mungkin nggak akan berinisiatif buat bayar bill lebih dulu. Bahkan, dia mulai panik kalau kamu memintanya buat bayar semua pengeluaran saat kencan. Untuk urusan yang satu ini, cowok cenderung lebih perhitungan. Kira-kira, seberapa besar keuntungan kencan sama kamu sampai dia harus keluar banyak uang.
Sementara, seorang pria nggak perlu disuruh atau diminta untuk urusan yang satu ini. Dia merasa bahwa membayar semua pengeluaran adalah salah satu kewajibannya ketika mengajakmu kencan. Bahkan ketika kamu ngotot buat gantian bayarin dia sekalipun, dia tetap akan memilih menolak.

13. Kalau Pas Lagi Nggak Barengan


Seorang pacar nggak bisa memberimu rasa aman itu wajar. Banyak kasus semacam itu terjadi. Dari situ akhirnya kamu merasa selalu curiga ketika dia nggak lagi sama kamu. Pertanyaan ‘lagi dimana dan ngapain’ bisa setiap saat mengganggu pikiranmu. Kamu takut dan khawatir dia selingkuh atau mengkhianatimu.
Sedangkan, seorang pria yang siap jadi calon suamimu akan bisa memberikanmu rasa aman. Kamu nggak perlu khawatir ketika dia nggak berada di dekatmu. Kamu yakin dia bisa konsisten dengan komitmennya. Bahwa kalian saling mencintai dan percaya satu sama lain adalah yang membuatmu berpikir ‘semua baik-baik saja’.

14. Ketika Bicara Soal Pernikahan


Sekedar pacar mungkin nggak suka atau bahkan marah ketika kamu bicara soal rencana menikah dan punya anak. Sementara, seorang pria dewasa akan memikirkan hal itu jauh sebelum kamu memikirkannya. Pertemuannya denganmu tanpa sadar mengubah isi kepalanya. Dulu, dia mungkin masih malas memikiran soal pernikahan, tapi perlahan kamu membuatnya melunak.

15. Menikah Bukan Perkara Cinta Atau Cocok Aja


Cakep, menyenangkan, dan nggak pernah bikin kamu bosen. Yup, pacarmu bisa jadi sosok yang kamu impi-impikan buat jadi suamimu kelak. Tapi, menikah nggak akan sesederhana itu. Kamu nggak pernah tau siapa yang akan jadi suamimu sampai hari pernikahan itu benar-benar tiba.
Menikah berarti menjalankan sebuah komitmen seumur hidup. Kamu dan pasanganmu harus terus berjuang setiap harinya agar biduk pernikahan itu tetap utuh selamanya. Lepas dari kriteria soal suami atau istri idaman, kalian hanya fokus untuk tetap bertahan dan bersama-sama mengarungi lika-luki kehidupan pernikahan.

Nah, dari tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas, kira-kira pasanganmu saat ini masih sekedar pacar atau udah bisa jadi calon suami? Yang pasti, menikah adalah salah satu keputusan besar dalam hidup. Jadi, jangan sembarangan dalam memilih pasangan, ya :v

5 Hal Penting Yang Perlu Dilakuin Buat Masa Depan Anak

Siapa sih dari agan-agan yang udah berkeluarga gak kepengen anaknya nanti punya masa depan yang lebih cerah? Gak cuman punya pekerjaan yang bagus aja, tapi juga hidupnya juga mapan, kalo perlu bisa naikin haji bapak ibunya ☺
Agan juga tau, yang bisa ngewujudin itu semua gak cuman dari si anak itu sendiri, tapi kita juga sebagai orang tua kudunya harus mendidik mereka lebih baik, karena dengan didikan kita yang baik, mudah-mudahan hasilnya yang didapat juga baik kan gan.
Tapi yang namanya ngedidik itu susah-susah gampang, gak bisa cuman diomongin aja Gak dikit diluaran sana yang ngedidik anak dengan gak bener, alesannya? Biar anaknya nurut dan gak bandel. Padahal kalo digituin si anak bisa terganggu mentalnya dan juga jadi tertekan karena dipaksa melulu sama bokapnya.



Nah itu dia gan gak sembarangan ngedidik anak
Lalu, gimana sih caranya agar masa depan anak kita bisa jadi lebih oke nantinya?
Ini nih, hal yang perlu dilakukin ke anak biar anak kita punya masa depan yang lebih baik

1. Kenali Bakat Anak Sejak Dini

Gimana sih ngasih kebebasan ke anak?mungkin salah satunya kita harus tau bakat dan kelebihan anak kita gan. Masing-masing anak juga punya bakat yang beda-beda. Yang satu suka bola, yang satu suka main musik, atau yang satunya lagi suka ngelukis. Faktor lingkungan juga ngaruh loh gan, makanya kita sebagai orang tua harus captain suasana lingkungan di rumah dengan baik. Menyempatkan dengan ngasih kegiatan sosial misalnya, ngajak ke luar rumah, nemenin nonton tv dan kasih bimbingan juga bisa. Yang penting kenali dulu bakatnya, mau suka ngitung, seni atau olahraga, siapa tau kelak si anak emang bisa ngehasilin duit daari hobinya itu.

2. Didik Anak Dengan Baik

Banyak yang bilang ngedidik anak itu yaa harus dibentak-bentakin, dilarang ini itu, atau kalo perlu pake fisik biar nurut dan patuh ama kita. Hadeeuh cape deh. Kalo digituin si anak yang ada malah tertekan ntarnya gan. Ada juga yang ngedidik anak dengan dimanjain, kasih aja ini itu yang penting dia seneng. Itu juga gak bener sih gan. Lebih baik agan membuat pola mendidik mereka dengan pas dan baik. Gak berlebihan dan juga jaga perasaan mereka. Ngajarin mereka selalu berfikir positif juga penting dalam mendidik anak. Kasih waktu mereka berargumen, dan kasih jawaban dan alasan yang tepat biar mereka juga ngerti.

3. Ngajarin Disiplin

Yang ini juga penting gan, ngajarin mereka untuk disiplin. Disiplin membuat pola keseharian mereka jadi tersusun dan jadi lebih baik dong gan. Tapi lagi-lagi gan, jangan otoriter dan marah-marah yaa gan. Mulai dari ngajarin bangun pagi, tidur tepat waktu, atau jam makan yang lebih tertata, kapan waktu bermain juga bisa. Pendeketannya juga bisa persuasive kok gan, alias lobi-lobi. Misalnya aja waktu mereka bermain gadget cuman sejam, kenapa?soalnya agan mau ngajak maen ke taman deket rumah, biar si anak bisa bersosialiasi dengan sekitar, gak cuman mentok sama gadget melulu gan.

4. Jangan Sepelein “Family Time”

Sebuah penelitian yang dilakukan Michael Grose, penulis buku laris Why First Borns Rule The World And Last Borns Want To Change It (2003) di dalam websitenya parentingideas.com.au, menulis bahwa kegiatan sederhana, seperti makan bersama dapat membuat anak menjadi bahagia. Anak-anak yang bahagia akan menjadi orang dewasa yang bahagia pula.
Banyak orang berpendapat bahwa meluangkan waktu sama anak sama dengan liburan bersama. Padahal gak juga loh gan, banyak hal simpel yang bisa kita lakuin dengan si anak, nonton tv, makan bareng, atau pas lagi nganterin mereka ke sekolah misalnya, semua bisa dijadiin waktu buat “family time” bersama mereka.

5. Investasi Buat Pendidikan Anak

Saat ini, Kenaikan biaya sekolah bisa mencapai 20 persen per tahun loh gan, salah satu tingkat inflasi yang paling tinggi selain kesehatan. Kebayang kan gan mahalnya pendidikan. Bisa kebayang gak sedikit anak yang gak bisa ke sekolah idaman cuman gara-gara duit doang.
Jadi buat agan yang berkeluarga kayak ane, mulai nyiapin tabungan biar anak kita dapetin pendidikan yang layak, salah satunya dengan ikutan produk asuransi pendidikan.
Apapun cita-cita anak agan, mau jadi pilot, dokter, olahragawan, pengusaha, dokter, produk asuransi pendidikan akan ngebantu kita nyiapin masa depan dan gak perlu takut resiko gak pasti dalam hidup. Kayak produk terbaru dari AXA asuransi nih gan, kita bisa menciptakan, membangun dan ngelola asset dengan berbagai pilihan yang fleksibel sesuai keinginan kita gan. Jadi keuangan kita gak dipengaruhi oleh kejadian gak diduga lainnya dan cita-cita mereka akan tercapai tanpa hambatan.


yang jelas ajarkan anak anak tentang norma norma, dan agama sejak dini :)

8 Hal yang Tidak Layak Kamu Korbankan Saat Pacaran

PENDAHULUAN


Cinta bisa begitu hebat membolak-balikkan hidup
Kadang, rasa cinta pada pasangan membuat kita melupakan hal-hal yang sebelumnya kita anggap prinsipil. Demi pasangan, kita seringkali mengabaikan teman, keluarga, pekerjaan, cita-cita, bahkan kebahagiaan diri sendiri

Apakah sikap semacam itu pantas dipertahankan?
Cinta selayaknya tidak menurunkan kualitasmu sebagai manusia, bukan?
Artikel ini ingin memaparkan 8 hal yang sebenarnya ‘haram’ jika harus kamu relakan hanya demi bertahan dengan pasanganmu!


1. Manusia Adalah Makhluk yang Tidak Sempurna
Kamu Harus Tetap Waras Menerimanya


Kita sering berusaha terlalu keras demi terlihat sempurna di depan pasangan. Harus selalu tampil cantik, anggun, bicara lemah lembut, sabar, perhatian; banyak hal yang kadang dilakukan semata-mata demi bisa menjadi pasangan yang baik

Bukankah menghargai keberadaan dirimu sendiri jauh lebih penting? Ketika pasanganmu pernah bertutur “aku cinta kamu”, selayaknya kalimat itu bisa dibuktikan. Dia yang mencintaimu akan mendukung usahamu untuk menjadi lebih baik tanpa menjadikan kata ‘sempurna’ sebagai harga mati. Setidaknya, dia sadar bahwa dalam keseharianmu ada-ada saja perilaku luput atau lalai. Bahkan, ketika paras ayumu adalah yang bisa membuatnya tertarik, kelak kamu pun akan keriput dan menua

Yang pasti, manusia ditakdirkan berpasangan, begitu pun kamu. Akan ada saat dimana kamu bisa menemukan pasangan yang menerima kekuranganmu lalu ikhlas melengkapinya


2. Sebagai Insan yang Merdeka
Kamu Berhak Memilih Jalan Hidupmu Sendiri


Sebuah hubungan tidak akan pernah luput dari momen berbeda pendapat. Ketika menurutnya menikah di usia muda lebih baik, kamu sah untuk berpikir sebaliknya. Tentu tidak ada salahnya jika kamu memilih memuaskan hasrat belajar dan mencari pengalaman kerja daripada harus buru-buru menikah

Kunci kebahagiaan hidupmu tidak pernah berpindah tangan, tapi selamanya ada dalam genggamanmu. Setiap orang punya otoritas menentukan segala hal yang berkenaan dengan hidupnya. Perbedaan persepsi dalam hubungan bisa dikompromikan selama cinta dan kasih sayang yang jadi pegangan. Tapi, bukan berarti kamu boleh mengabaikan kata hatimu sendiri. Ada kalanya kebahagiaan baru bisa dicapai ketika kamu mantap mengabaikan orang lain



3. Pasangan dengan Hati yang Lapang dan Mau Mendengar
Adalah yang Kamu Butuhkan



Tidak bisa dipungkiri, manusia punya kecenderungan ingin didengar. Cemas memikirkan masa depan, takut menerima perubahan, hingga merasa ‘tidak aman’ dalam menjalani hubungan; banyak hal yang membuat kita merasa perlu berbagi beban hidup dengan bercerita. Sepantasnya, pasanganlah orang pertama yang siap menampung segala keluh kesahmu

Bahkan, ketika masalah datang untuk menguji hubungan kalian, kemauan untuk sama-sama mendengar bisa jadi penyelamat. Kamu maupun pasanganmu tidak patut punya tendensi untuk saling menghakimi atau menyudutkan. Pasalnya, ikatan kasih akan langgeng ketika pasangan bisa berkomunikasi dengan baik dan saling memahami. Kesediaan untuk mendengar dan berkompromi juga menjadi modal untuk membangun hubungan yang sehat



4. Cinta Pada Pasangan Tidak Seharusnya Mengekang
Segala yang Ada dalam Hidupmu Layak untuk Dicintai

Cinta ibarat oksigen bagi manusia
Mencintai dan dicintai adalah yang menjadikan hidup lebih layak dijalani. Merelakan hatimu pada seseorang bukan berarti kamu boleh mengabaikan cinta-cinta yang lain. Keluarga, teman, hobi, pekerjaan, renjana, hingga ambisimu pun layak kamu cintai dengan porsi yang sama


Kecintaan pada pasangan seharusnya tidak meredupkan hidupmu
Tidak menghalangi kedekatanmu dengan keluarga atau sahabat. Tidak juga menahanmu yang suka berpetualang dan hendak kuliah S2 atau membangun bisnis startup. Kelak, jika kebebasanmu untuk mencintai mulai dikekang, pastikan untuk buru-buru melepaskan ikatannya.



5. Keberadaan Pasangan Tidak Boleh Membuatmu
Enggan Menjajal Hal-Hal Baru

Setelah lulus kuliah, kamu berharap bisa bekerja di luar kota demi mengejar pekerjaan impianmu. Namun, kemungkinan harus tinggal berjauhan dengan pacar membuatmu sedikit ragu. Apakah bisa kalian bertahan dalam hubungan jarak jauh?

Yang pasti, hidup terlalu singkat jika dijalani tanpa keberanian menantang diri sendiri. Demi masa depan karir, kesempatan pindah ke luar kota dan jajal melamar pekerjaan impian jelas tidak boleh dilewatkan. Sekalipun harus menjalani hubungan jarak jauh, kesempatan ini justru bisa menguji kesetiaan kalian sebagai sepasang kekasih. Tinggal terpisah jarak dengan pasangan tidak selalu menyedihkan. Ketika kalian sama-sama mau berusaha, hubungan yang terjalin justru akan semakin kuat



6. Bersamanya, Kamu Tidak Harus
Mengabaikan Kebahagiaanmu Sendiri

Ibaratnya, hidup adalah hadiah dari Penciptamu
Sebisa mungkin rayakan hidupmu dengan selalu berbahagia. Berbagi senyum dengan orang-orang yang kamu temui, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, atau belajar dan mengerjakan sesuatu yang bisa membuatmu merasa puas


Ketika nasib hubunganmu tidak bisa diprediksi, jangan sekali-kali menggantungkan kebahagianmu pada pasangan. Sifat manusia bisa berubah, cinta atau kasih sayang mungkin saja luntur, bahkan cinta bisa tiba-tiba hilang lantaran diganti cinta yang lain. Jadikan kebahagiaan sebagai otoritasmu sendiri. Ada atau tidaknya seseorang di sampingmu, kamu tetap bisa hidup bahagia



7. Meluangkan Waktu Demi Bersenang-Senang
Dengan Diri Sendiri Itu Sah-Sah Saja

Hubungan pacaran seharusnya tidak mengekangmu
Mencintai juga selayaknya membebaskan. Pasangan yang baik tidak akan menuntutmu untuk selalu meluangkan waktu untuknya. Ketika rutinitas pekerjaan begitu menyita waktumu bahkan hanya menyisakan akhir pekan, kamu pun berhak menggunakannya untuk memanjakan diri


Kebiasaanmu pergi ke salon atau menyambangi tempat spa mungkin tidak bisa kamu tinggalkan. Walaupun sebenarnya ingin menemani pasanganmu pergi jalan-jalan atau nonton bersama, tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk dirimu terlebih dahulu. Sebagai pasangan yang baik, selayaknya dia bisa memahami dan mau berkompromi dengan kebutuhanmu



8. Hubungan yang Akhirnya Gagal
Tidak Lantas Membuat Duniamu Kiamat

Selalu ada kemungkinan gagal dalam menjalin sebuah hubungan
Namun, bayangan kegagalan tidak harus membuatmu ketakutan atau merasa insecure. Bahkan, ketika kegagalan itu benar-benar terjadi, kamu hanya perlu bertahan untuk tidak terlalu tenggelam dalam kesedihanmu


Hubungan yang gagal hanya bisa diterima dengan pemakluman
Bahwa putus adalah hal yang wajar terjadi ketika dua orang sudah tidak lagi sejalan. Di saat ini, kamu tidak layak mengorbankan apapun, termasuk kebahagiaan dan semangatmu untuk melanjutkan hidup. Sesakit apapun kamu tetap harus bangkit dan menyembuhkan dirimu sendiri


Source :
http://www.kaskus.co.id/thread/54382e03bccb17de628b456d/?ref=homelanding&med=hot_thread